November 30, 2017

Bondan Winarno Meninggal Dan Kata "Maknyus" Adalah Warisannya



Bondan Winarno di kenal sebagai salah seorang penulis dan wartawan Indonesia dengan segudang kebisaan. Dia juga memelopori dan menjadi ketua Jalansutra yang merupakan suatu komunitas wisata boga yang sangat terkenal di Indonesia. Kata ‘maknyus' seolah tak dapat dilepaskan dari pegiat kuliner Bondan Winarno. Setiap mencoba makanan yang menurutnya lezat, pasti pria kelahiran Surabaya itu kerap mengucap kata tersebut semasa hidupnya, bagi para penikmat kuliner kata Maknyus itu sudah sangat populer sekali.
‘Maknyus’ pertama dipopulerkan Bondan waktu dirinya menjadi presenter di acara Wisata Kuliner yang tayang pada 2002-2012.

Wartawan dan pakar kuliner Indonesia, Bondan Winarno sekarang sudah tutup usia pada hari Rabu pagi 29 November 2017. Sebelumnyaa juga pada pertengahan November 2017, pria yang akrab dengan jargon "maknyus" ini sempat dirawat. Banyak yang menduga jika Bondan mengembuskan nafasnya akibat makananan enak. Namun keluarga memberikan keterangan hal mengejutkan tentang penyakit di akhir hidup pemilik jargon Maknyuss ini. Pihak keluarga itu mengatakan bahwa yang benar adalah meninggalnya Bondan Haryo Winarno bukan akibat sering makan enak saat berkuliner ria di acara televisi. "Ini tidak ada hubungannya dengan gaya hidup kuliner," kata Seo, putra kedua mendiang Bondan Haryo Winarno di rumah duka, Rabu (29/11/2017). Sosok yang identik dengan ungkapan maknyus tersebut meninggal setelah mengalami gagal jantung.

Tahun ini Bondan menjalani dua kali operasi jantung sebelum akhirnya meninggal pada pagi tadi. Operasi pertama dilakukan pada September lalu di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Sementara operasi kedua baru dilakukan Kamis (23/11/2017) pekan lalu.
Pada operasi kedua, tim dokter menemukan adanya infeksi bakteri, yakni endokarditis infektif atau endocarditis bacterial (infeksi lapisan dalam jantung yang disebabkan oleh invasi langsung bakteri atau organisme lain. Bakteri ini menyebabkan abses myocardium (otot jantung) dan gagal jantung.

Keterangan infeksi itu tertulis dalam sertifikat medis penyebab kematian pria 67 tahun kelahiran Surabaya, Jawa Timur, tersebut. Menurut Elisio, ayahnya tersebut orang yang sangat positif. Tidak pernah berkeluh kesah akan sakit yang dideritanya. mediang ayahnya itu selama tiga minggu dirawat di rumah sakit tidak pernah mengeluhkan penyakitnya.

"Beliau orang yang sangat positif. Tidak meninggalkan tanda apa pun, kecuali meminta kita untuk selalu kuat," ujar Elisio. Seo mengatakan bahwa ayahnya meninggal dunia akibat penyakit kelainan jantung serta serangan bakteri di tubuhnya.Ia melajutkan, sebelum meninggal dunia kegiatan almarhum yakni sedang merampungkan tulisan kulinernya. Bondan sendiri meninggalkan tiga orang anak yang sudah menikah, dan seorang istri bernama Yvonne Winarno.

Kata ‘Maknyus’ kini menjadi salah satu warisan Bondan, dan yang mempopulerkan kata tersebut telah meninggal di RS Harapan Kita Jakarta, Rabu (29/11) pukul 09.05 WIB.
Load disqus comments

0 komentar